Wednesday, March 29, 2017

Legal aspek produk tik

tugas legal aspek produk tik kelompok 4
Tugas ini ditujukan untuk memenuhi mata kuliah legal aspek produk tik yang membahas tentang contoh kasus pelanggaran dalam hak cipta di bidang tik. dapat dilihat di link berikut ini :
https://drive.google.com/file/d/0BwPO4Wl1LMVuMUVDa202MGM2U0E/view

Saturday, March 25, 2017

Web Content

Web Content

Situs web adalah suatu halaman web yang saling berhubungan yang umumnya berisikan kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi. Sebuah situs web biasanya ditempatkan setidaknya pada sebuah server web yang dapat diakses melalui jaringan seperti Internet, ataupun jaringan wilayah lokal (LAN) melalui alamat Internet yang dikenali sebagai URL. Gabungan atas semua situs yang dapat diakses publik di Internet disebut pula sebagai World Wide Web atau lebih dikenal dengan singkatan WWW.

Konten adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Penyampaian konten dapat dilakukan melalui berbagai medium seperti internet, televisi, CD audio, bahkan acara langsung seperti konferensi dan pertunjukan panggung. Istilah ini digunakan untuk mengidentifikasi dan menguantifikasi beragam format dan genre informasi sebagai komponen nilai tambah media.

Jadi dapat saya simpulkan bahwa Konten web merupakan informasi berupa teks, gambar serta audio yang kita temukan di berbagai situs pada web.

Pembuatan Isi Dalam Web Konten

Dalam pembuatan isi konten pada web kita harus memperhatikan beberapa poin agar bisa menarik pembaca sekaligus bermanfaat bagi pembaca, poin tersebut diantara nya: 

  • isi konten harus berdasarkan dari data yang valid, menemukan data yang valid tentunya tidak mudah butuh penelitian dan bukti-bukti.
  • Hindari isi konten bertemakan perpecahan antar umat beragama dan berbangsa karna pastinya konten negatif akan berdampak tidak baik bagi web kalian di kemudian hari.
  • Buat home page semenarik mungkin, yang mudah di baca atau dipahami oleh orang yang membaca nya, didalam home page tersebut bisa diisi dengan pokok menu dari setiap konten yang telah di buat.
  • Sisipi konten yang membahas tentang news update agar menambah pengetahuan bagi pembaca.
  • Hadirkan pula konten yang berisi contact page yang bisa di gunakan sebagai sarana tanya jawab antara pengguna dan admin
  • Buat konten share agar dapat di sebar luas kan oleh pembaca ke jejaring sosial media seperti facebook, twitter, instagram, blog, dll. supaya web yang di buat menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas.
  • menyediakan konten yang dapat mengkonversikan artikel kedalam bentuk pdf agar pengakses dapat mudah menyimpannya atau secara langsung mencetaknya
Selain poin di atas pembuatan isi konten juga harus memperhatikan dari segi kualitasnya yang bisa dipenuhi dengan cara memilih topik yang sifatnya unik dan menarik namun tetap bermanfaat, membahas konten dengan penjabaran yang menarik supaya pembaca tidak cepat bosan, Akan tetapi kita jangan lupa untuk tetap menampilkan konten yang konsisten.

Media dan standar

Menurut Arsyad, 2002; Sadiman, dkk., 1990, mengatakan bahwa media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware).
Jenis-jenis media secara umum dapat dibagi menjadi:
  • Media Visual: media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. jenis media ini mudah untuk didapatkan. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, dan sebagainya.
  • Media Audio: media yang bisa didengar saja. Contohnya: suara, musik dan lagu, siaran radio dan kaset suara atau CD dan sebagainya.
  •  Media Audio Visual: media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film, televisi.
Standar adalah suatu norma atau persyaratan yang biasanya berupa suatu dokumen formal yang menciptakan kriteria, metode, proses, dan praktik rekayasa atau teknis yang seragam. Suatu standar dapat pula berupa suatu artefak atau perangkat formal lain yang digunakan untuk kalibrasi. Suatu kebiasaan, konvensi, produk perusahaan, atau standar perusahaan yang telah diterima umum dan bersifat dominan sering disebut sebagai "standar de facto".

Bahasa dan keberagaman budaya


Keragaman Budaya adalah macam-macam tingkah laku, ciri, atau kebiasaan yang ada pada masyarakat atau budaya di wilayah tertentu atau dunia dalam arti yang lebih luas. Wilayah Indonesia yang sangat luas terbentang dari Sabang sampai Merauke memiliki keragaman budaya yang sangat luar biasa. Setidak nya terdapat 489 suku bangsa Dan menurut catatan The Linguist terdapat 746 bahasa yang tersebar di wilayah nusantara.

Bahasa Indonesia mempunyai peran yang sangat penting sebagai alat pemersatu bangsa, untuk menghindarkan diri dari rasa saling curiga dan perselisihan antar anak bangsa. Sesuai dengan mottonya yang dikutip dari penggalan Bahasa Jawa Kuno Bhineka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” dan seperti yang sudah di ikrarkan dalam kongres pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Model Generatif

Menurut Osborno dan Wittrock dalam Katu (1995.b:1), pembelajaran generatif merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada pengintegrasian secara aktif pengetahuan baru dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki mahasiswa sebelumnya. Pengetahuan baru itu akan diuji dengan cara menggunakannya dalam menjawab persoalan atau gejala yang terkait. Jika pengetahuan baru itu berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi, maka pengetahuan baru itu akan disimpan dalam memori jangka panjang.

Model Retrorika

Berarti kesenian untuk berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alam (talenta) dan keterampilan teknis yang dipergunakan dalam proses komunikasi antarmanusia. Kesenian berbicara ini bukan hanya berarti berbicara lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi, melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato secara singkat, jelas, padat dan mengesankan. Retorika modern mencakup ingatan yang kuat, daya kreasi dan fantasi yang tinggi, teknik pengungkapan yang tepat dan daya pembuktian serta penilaian yang tepat. Retorika modern adalah gabungan yang serasi antara pengetahuan, pikiran, kesenian dan kesanggupan berbicara.

Web annotation

web annotation adalah penjelasan secara online terkait dengan sumber daya web, biasanya halaman web. Dengan sistem Web penjelasan, pengguna dapat menambah, mengubah atau menghapus informasi dari sumber daya Web tanpa memodifikasi sumber daya itu sendiri. Anotasi dapat dianggap sebagai lapisan di atas sumber daya yang ada, dan lapisan penjelasan ini biasanya terlihat oleh pengguna lain yang berbagi sistem penjelasan yang sama.

Anotasi web dapat digunakan untuk tujuan berikut:

  • untuk menilai sumber daya Web, seperti dengan kegunaannya, user-keramahan, kesesuaian
  • untuk dilihat oleh anak di bawah umur.
  • untuk meningkatkan atau menyesuaikan isinya dengan menambahkan / menghapus materi (seperti wiki).
  •  sebagai alat kolaboratif, misalnya untuk membahas isi dari sumber daya tertentu.
  •  sebagai media kritik seni atau sosial, dengan memungkinkan pengguna Web untuk menafsirkan kembali, memperkaya atau memprotes institusi atau ide-ide yang muncul di Web.
  •  untuk mengukur hubungan sementara antara fragmen informasi.

Tagging

adalah kata kunci non hierarki atau tidak bertingkat yang tugasnya menunjukkan potongan-potongan informasi (seperti petunjuk internet,gambar digital,atau file komputer). Tagging merupakan jenis metadata yang membantu untuk menjelaskan suatu hal dan memungkinkan hal tersebut ditemukan ketika melakukan pencarian (browsing).


Metadata

Metadata adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan, menjelaskan, menemukan, atau setidaknya menjadikan suatu informasi mudah untuk ditemukan kembali, digunakan, atau dikelola. Metadata sering disebut sebagai data tentang data atau informasi tentang informasi. Metadata ini mengandung informasi mengenai isi dari suatu data yang dipakai untuk keperluan manajemen file/data itu nantinya dalam suatu basis data.

Jika data tersebut dalam bentuk teks, metadatanya biasanya berupa keterangan mengenai nama ruas (field), panjang field, dan tipe fieldnya: integer, character, date, dll. Untuk jenis data gambar (image), metadata mengandung informasi mengenai siapa pemotretnya, kapan pemotretannya, dan setting kamera pada saat dilakukan pemotretan. Satu lagi untuk jenis data berupa kumpulan file, metadatanya adalah nama-nama file, tipe file, dan nama pengelola (administrator) dari file-file tersebut.

Terdapat tiga jenis utama metadata:

  • Metadata deskriptif menggambarkan suatu sumberdaya dalam maksud seperti penemuan dan identifikasi. Dia bisa meliputi elemen semisal judul, abstrak, pengarang, dan kata kunci.
  • Metadata struktural menunjukkan bagaimana kumpulan objek disusun secara bersama-sama menjadi satu, semisal bagaimana halaman-halaman ditata untuk membentuk suatu bab.
  • Metadata administratif menyediakan informasi untuk membantu mengelola sumberdaya, semisal terkait kapan dan bagaimana suatu informasi diciptakan, tipe dokumen dan informasi teknis lainnya, serta siapa yang bisa mengaksesnya.

Rich snippet

adalah tampilan hasil pencarian yang di-markup sehingga terlihat lebih menarik. Rich snippet sama sekali tidak mempengaruhi peringkat, hanya membantu pengguna Google untuk memilih sebuah hasil dengan informasi yang anda berikan. Rich snippet ini membuat hasil pencarian untuk blog anda tampak berbeda sehingga bisa menaikkan tingkat klik yang anda peroleh. Anda bisa menambahkan rich snippet pada HTML blog atau website anda untuk membantu Google menghidangkan informasi tambahan bagi pengunjungnya.
                                                                                                                          




Daftar Pustaka

Friday, November 4, 2016

Digital Musik

1. Pendahuluan
Globalisasi serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan pola baru terhadap penciptaan nilai dalam industri kreatif yang meliputi sektor kreasi, produksi, distribusi dan komersialisasi. Dimana keadaaan ini pula mendorong munculnya ragam kreativitas dan berbagai hal tak terduga yang tidak terfikirkan sebelumnya pada era konvensional. Revolusi digital memberikan efek pada penurunan yang cepat dalam biaya dan perluasan yang cepat dalam kekuatan perangkat digital, seperti komputer dan telekomunikasi.
Menurut Creeber, dkk. (2009) budaya digital terkait dengan percepatan perubahan sosial, serta mengakibatkan perubahan teknologi dan transformasi sosial dalam jumlah dan waktu yang sangat singkat. Sebagai salah satu sumber kebudayaan rekaman suara memiliki peran katalis perubahan dan cerminan nilai-nilai kebudayaan. Kemunculan musik digital menandai pergeseran dominasi musik rekaman konvensional yang mengandalkan sarana fisikal.Kenyataannya, kehadiran teknologi digital berpotensi mengikis perangkat resep laku sang produser musik rekaman dan recording label yang kerap menjadi pagar idealisme sebuah kreativitas.

2. Pembahasan
2.1 Netlabel
sumber : http://www.net-label.info/

Netlabel adalah label rekaman yang mendistribusikan rilisannya dalam format digital audio secara bebas unduh melalui Internet . Umumnya netlabel adalah berbasis komunitas yang berdedikasi menyajikan kualitas terbaik, non-komersial, dan menyebarkan musik dalam format MP3 secara online dan bebas unduh dengan genre yang beragam. Kebanyakan netlabel menggunakan lisensi Creative Commons di setiap rilisannya.
Di dalam konteks yang luas, sesungguhnya netlabel bisa masuk dalam kategori konvergensi media. Konvergensi memberikan kesempatan baru kepada publik untuk memperluas pilihan akses media sesuai selera mereka. Paham free culture dan open source menjadi landasan prinsip netlabel dalam beroperasi. Free culture adalah pergerakan sarat nilai- nilai sosial yang mengemukakan kebebasan dalam mendistribusikan dan memodifi kasi karya kreatif dengan memanfaatkan internet atau bentuk media lain untuk tujuan-tujuan nonkomersial. Konsep open source kurang lebih sama dengan free culture.
Waktu lahir netlabel di Indonesia tidak diketahui secara pasti namun Netlabel hingga saat ini telah berkembang pesat dan sudah terwadahi dalam Indonesian Netlabel Union. Gerakan kolektif ini merangkum jaringan antar netlabel di Indonesia sekaligus mengenalkan kepada publik tentang eksistensi netlabel lokal. Perayaan pembentukan serikat ini dimulai dengan rilisan album kompilasi pada 1 Januari 2011 yang diikuti oleh 5netlabel: YesNoWave, Hujan! Rekords, Inmyroom Records, Mindblasting dan Stoneage Records.

2.2 lisensi Creative Commons
sumber : https://www.ripstore.asia/

Dalam setiap rilisan netlabel banyak hal yang harus terus dipahami dan diperhatikan oleh setiap pemilik netlabel salah satunya ialah Lisensi Creative Commons (CC). CC adalah organisasi nonprofit dengan basis jaringan global yang mendukung kreativitas digital, keinginan untuk berbagi dan inovasi melalui penyediaan infrastruktur hukum dan teknis bebas biaya. CC telah memiliki afiliasi di lebih dari 70 negara di dunia, termasuk Indonesia.
Lisensi CC bukan merupakan alternatif dari hak cipta. Lisensi CC dan hak cipta berjalan berdampingan dan memungkinkan pemodifikasian ketentuan hak cipta yang dimiliki untuk disesuaikan dengan kebutuhan. CC bekerjasama dengan para ahli hak kekayaan intelektual di seluruh dunia untuk memastikan bahwa lisensi CC dapat diimplementasikan secara global (http://creativecommons.or.id/). 

2.3 YesNoWave Sebagai Salah Satu Netlabel Pertama di Indonesia

sumber : http://www.lorongmusik.com/

YesNoWave dimulai pada bulan Maret 2007 dan didirikan oleh Woto Wibowo alias Wok The Rock dan Bagus Jalang. Tak lama kemudian, Ridwan Yuniardika dan Ganesha Mahendra (Inmyroom Records) ikut memberikan tempat bagi bedroom musicians yang ingin menitipkan karya mereka untuk dipublikasikan ke ranah maya. Ide yang ditawarkan oleh YesNoWave adalah pendistribusian rilisan musik secara bebas. Bebas untuk diedarkan, diperdengarkan dan digubah oleh siapa saja. 
Mereka menyebut aksi tersebut dengan motif gift economy, yaitu sebuah pembebasan kreativitas dimana peluang demokratisasi pasar terbuka lebar. ada kecenderungan pemahaman bahwa netlabel ini membantu keberadaan musisi yang belum bisa mengelola dan mempromosikan karyanya karena faktor fi nansial. Namun, lebih dari itu, netlabel ini juga merilis band papan atas nasional, seperti: White Shoes & The Couples Company, The Upstairs, Bangkutaman, Sajama Cut, Frau dan Rabu.

3. kesimpulan 
Netlabel sebagai cara baru pendistribusian musik di indonesia menganut budaya berbagi dimana bisa membuat para produsen menciptakan peluang yang hampir tak terpikirkan sebelumnya.Bukan hanya internet yang mutlak menjadi pendukung atas semua popularitas yang terjadi, peran komunikasi dan jalinan komunitas yang terbentuk pun menjadi sumber daya utama yang tidak disadari. Ada praktik gotong-royong yang terjadi di era teknologi informasi ini. Praktik tersebut belum tentu bisa diraih oleh industri utama yang bersifat kapitalis karena perbedaan visi dan misi yang mencolok.

Daftar Pustaka : https://drive.google.com/open?id=0B9RoQeiR6ULUNVVIWnVZVU54LUU

Friday, October 14, 2016

Distribusi dan pertunjukan film digital

Selama semester pertama 2012 tercatat 46 film Indonesia beredar di bioskop dengan 7.952.203 penonton. Tahun 2008 infrastruktur distribusi relatif sama dengan saat ini.

Penyebab anjloknya jumlah penonton pada 1990 dibanding 2012 sudah jelas, yaitu karena sebagian besar bioskop “tradisional” dengan satu layar yang tersebar di berbagai pelosok nusantara gulung tikar, dan sebaliknya bertumbuhan sinepleks mewah dengan beberapa layar. Hampir semua sinepleks milik jaringan 21/XXI, yang ditopang jaringan importir milik sendiri, serta berada di mal-mal seputar Jabodetabek dan kota-kota besar. Jadi praktis sebagian besar penduduk Indonesia telah kehilangan akses menonton film di bioskop.

Saat ini ada 152 sinepleks dengan 672 layar, yang berarti bertambah banyak dibanding setahun lalu (139 sinepleks dengan 619 layar). Meskipun begitu, masa tayang film Indonesia justru menjadi semakin singkat, dari rata-rata delapan minggu tahun lalu menjadi rata-rata enam minggu. Hal itu disebabkan film impor yang beredar semakin banyak, bukan hanya jumlah judulnya tetapi juga banyaknya layar menayangkan. Film-film besar Hollywood—kini diimpor PT Omega Film yang masih berkaitan dengan importir lama milik jaringan 21/XXI yang dilarang beroperasi oleh menteri Keuangan tahun lalu (PT Camila Internusa dan PT Satrya Perkasa Esthetika)—bisa diputar serentak di lebih dari 150 atau bahkan hampir 200 layar. Yang kemudian dikorbankan alias terpaksa dikurangi jumlah layarnya karena outlet yang tersedia sangat terbatas umumnya film Indonesia.

Berkurangnya masa tayang dan semakin sedikitnya layar yang menayangkan film Indonesia dalam satu periode berarti mengurangi kesempatan masyarakat menonton. Sayangnya, beberapa produser yang mengeluh film-filmnya kehilangan banyak layar akibat serbuan film-film impor baru tidak bersedia dikutip keterangannya karena alasan yang masuk akal.

Dari kesimpulan di atas saya bisa merangkum pendistribusian film digital di indonesia sudah cukup baik namun memang dari tahun 1990 sampai 2012 penonton selalu menurun akan tetapi saat ini film digital indonesia sudah mulai bisa merajai pasar di negri sendiri terbukti dengan beberapa film ditahun 2015 sampai saat ini banyak film yang memiliki penonton lebih dari satu juta penonton. Dan itupun kembali lagi pada di lingkungan eksternal yang seperti apa film itu didistribusikan, dan jenis film apa yang yang ingin di distribusikan. Karna beda tempat dan jenis ,beda pula cara pendistribusiannya. Misalkan pada film genre comedy bertipe film mainstream. Film ini akan lebih banyak peminat nya jika kita distribusikan kepada kalangan anakanak dan ke kalangan pecinta komedi dibandingkan kita distribusikan ke kalangan orang dewasa atau pecinta film indie.

Produksi, distribusi dan penerimaan televisi analog dan digital

Kalau pada sistem TV analog yang sekarang ini kita nikmati sebuah kanal RF hanya ditempati oleh satu sinyal program siaran TV, maka pada sistem digital setiap kanal RF dapat digunakan bersama secara multipleks oleh beberapa program siaran. Di samping itu, teknik modulasi digital disertai pengolahan sinyal yang canggih memungkinkan sistem TV digital lebih tahan terhadap gangguan derau, distorsi oleh kanal, maupun efek interferensi. Akibatnya kualitas gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan sistem analog. Contoh penerimaan gambar di dalam gedung: siaran analog mengalami efek gambar ganda atau ghost sedangkan siaran digital memberikan gambar sempurna Di samping itu, teknologi digital memungkinkan jaringan pemancar TV yang bekerja pada frekuensi yang sama (single frequency network, SFN) untuk meningkatkan cakupan dan kualitas sinyal.Dari dua hal di atas, kapasitas dan kualitas, tampak bahwa sistem TV digital punya daya tarik yang tinggi, baik bagi masyarakat sebagai konsumen maupun bagi industri dan pemerintah. Misalkan saja setiap kanal RF memultipleks 5 program siaran, berarti teknologi ini menjanjikan lapangan kerja minimal 5 kali lebih besar di bidang industri kreatif. Demikian pula penerimaan gambar yang lebih baik dibanding analog, dalam kondisi nonLOS dan bergerak, tentu menarik bagi penikmat TV dengan mobilitas tinggi. Di Indonesia, migrasi dari analog ke digital menuntut tersedianya perangkat decoder atau settop box yang murah, sedemikian hingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati siaran TV digital tanpa perlu membeli pesawat TV baru 

Produksi film digital

Pada produksi film animasi pendaftaran universitas baru di univ bina darma ini memakan waktu yang tidak sedikit di karenakan banyak step step yang harus di lewati yaitu:
  • Pra ProduksiPada tahap ini semua keperluan dalam proses produksi film animasi mulai disiapkan. Mulai dari Concept Art yang merupakan persiapan awal sebelum memasuki tahap produksi film animasi 3D. Pada tahap ini sudah mulai membuat gambar - gambar sketsa, mulai dari Character Animation, objek gedung Universitas Bina Darma, property serta sketsa lingkungan eksterior dan interior.lalu Storyboard yaitu Pada saat scenario dan concept art sudah rampung selanjutnya ide tersebut di gambarkan dalam bentuk storyboard agar nantinya proses pengerjaan film animasi 3D ini akan menjadi lebih mudah dan terarah. Film Animasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Menggunakan 3ds Max : Character Animation Studi Kasus Universitas Bina Darma.
  • Produksi, ada beberapa tahap pada proses ini yaitu modeling, texturing, compositing, rigging, skinning, camera, lighting dan rendering. Modeling adalah proses pembuatan sebuah objek secara manual dimana proses  pembuatan objek ini menggunakan tools pada 3ds max. Texturing adalah proses pemberian textur atau material pada sebuah objek sehingga menjadi sesuai dengan  yang kita inginkan.  Compositing atau penyatuan atau penempatan objek atau karakter yang dibuat  terpisah, dengan cara mengimport file–file objek yang telah siap digunakan dan di  atur pada suatu set lingkungan atau environment sesuai dengan kebutuhan adegan. Rigging adalah metode pemberian /pemasangan kerangka pada objek untuk  selanjutnya di animasikan. Pengaturan Kamera Untuk mendapatkan angle atau sudut pandang kamera yang  sesuai maka harus dilakukan penyesuaian kamera. Pencahayaan dibutuhkan untuk menerangi objek yang ada, jenis pencahayaan dalam  3ds max terdiri dari lampu standard dan lampu photometric . Setiap jenis  pencahayaan memberikan efek yang berbeda pada objek yang di terangi. Rendering merupakan tahap akhir dari proses produksi. Rendering dilakukan untuk  membuat animasi ini kedalam bentuk gambar dan movie. 
  • Pasca Produksi Ini adalah bagian terakhir dari proses pembuatan film. Dimana semua file movie 3D hasil render dan file audio disatukan semua sesuai dengan storyboard menggunakan movie maker dan dilakukan proses rendering. Setelah proses rendering selesai, dilakukan proses pemindahan film kedalam CD/DVD.

Sejarah televisi analog dan digital

Latar belakang

Pada zaman dahulu saat manusia telah menggunakan bahasa verbal untuk berkomunikasi, media telekomunikasi hiburan bagi mereka adalah mendongeng. Mendongeng pula adalah cara dimana mereka bisa merasakan sesuatu di tempat yang jauh. Biasanya diawali pagi sampai sore hari berburu dan di akhiri pada malam hari untuk saling bercerita di dekat api unggun. Lalu kegiatan mendongeng terus berlanjut sampai generasi seterusnya pada awal nya mereka hanya mengingat dan menyampaikan kembali dongeng tersebut sampai akhirnya ada generasi yang memulai menggambar dong di batu lalu berlanjut menuliskan di kulit hewan sampai pada akhirnya ada Pengenalan kata tercetak, berkat Johannes Gutenberg, memungkinkan buku cerita yang akan diproduksi secara massal dan
disebarluaskan ke orang banyak. 
Dan kegiatan berdongeng dengan buku berlanjut hingga sekarang namun pada akhir abad ke 19 Seni mendongeng telah berkembang dari seorang yang duduk di api unggun bercerita langsung dari ingatannya, menuju ke seseorang membaca dari sebuah buku dalam studio siaran radio dan didengarkan oleh orang secara bersamaan di daerah yang terjangkau oleh gelombang radio yang dipancarkan oleh pemabnacr radio. Penemuan televisi dan kemajuan teknologi yang telah terjadi dalam 120 atau lebih tahun terakhir telah memperkenalkan sejumlah sistem, solusi dan metode penyiaran suara dan gambar.