Friday, November 4, 2016

Digital Musik

1. Pendahuluan
Globalisasi serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan pola baru terhadap penciptaan nilai dalam industri kreatif yang meliputi sektor kreasi, produksi, distribusi dan komersialisasi. Dimana keadaaan ini pula mendorong munculnya ragam kreativitas dan berbagai hal tak terduga yang tidak terfikirkan sebelumnya pada era konvensional. Revolusi digital memberikan efek pada penurunan yang cepat dalam biaya dan perluasan yang cepat dalam kekuatan perangkat digital, seperti komputer dan telekomunikasi.
Menurut Creeber, dkk. (2009) budaya digital terkait dengan percepatan perubahan sosial, serta mengakibatkan perubahan teknologi dan transformasi sosial dalam jumlah dan waktu yang sangat singkat. Sebagai salah satu sumber kebudayaan rekaman suara memiliki peran katalis perubahan dan cerminan nilai-nilai kebudayaan. Kemunculan musik digital menandai pergeseran dominasi musik rekaman konvensional yang mengandalkan sarana fisikal.Kenyataannya, kehadiran teknologi digital berpotensi mengikis perangkat resep laku sang produser musik rekaman dan recording label yang kerap menjadi pagar idealisme sebuah kreativitas.

2. Pembahasan
2.1 Netlabel
sumber : http://www.net-label.info/

Netlabel adalah label rekaman yang mendistribusikan rilisannya dalam format digital audio secara bebas unduh melalui Internet . Umumnya netlabel adalah berbasis komunitas yang berdedikasi menyajikan kualitas terbaik, non-komersial, dan menyebarkan musik dalam format MP3 secara online dan bebas unduh dengan genre yang beragam. Kebanyakan netlabel menggunakan lisensi Creative Commons di setiap rilisannya.
Di dalam konteks yang luas, sesungguhnya netlabel bisa masuk dalam kategori konvergensi media. Konvergensi memberikan kesempatan baru kepada publik untuk memperluas pilihan akses media sesuai selera mereka. Paham free culture dan open source menjadi landasan prinsip netlabel dalam beroperasi. Free culture adalah pergerakan sarat nilai- nilai sosial yang mengemukakan kebebasan dalam mendistribusikan dan memodifi kasi karya kreatif dengan memanfaatkan internet atau bentuk media lain untuk tujuan-tujuan nonkomersial. Konsep open source kurang lebih sama dengan free culture.
Waktu lahir netlabel di Indonesia tidak diketahui secara pasti namun Netlabel hingga saat ini telah berkembang pesat dan sudah terwadahi dalam Indonesian Netlabel Union. Gerakan kolektif ini merangkum jaringan antar netlabel di Indonesia sekaligus mengenalkan kepada publik tentang eksistensi netlabel lokal. Perayaan pembentukan serikat ini dimulai dengan rilisan album kompilasi pada 1 Januari 2011 yang diikuti oleh 5netlabel: YesNoWave, Hujan! Rekords, Inmyroom Records, Mindblasting dan Stoneage Records.

2.2 lisensi Creative Commons
sumber : https://www.ripstore.asia/

Dalam setiap rilisan netlabel banyak hal yang harus terus dipahami dan diperhatikan oleh setiap pemilik netlabel salah satunya ialah Lisensi Creative Commons (CC). CC adalah organisasi nonprofit dengan basis jaringan global yang mendukung kreativitas digital, keinginan untuk berbagi dan inovasi melalui penyediaan infrastruktur hukum dan teknis bebas biaya. CC telah memiliki afiliasi di lebih dari 70 negara di dunia, termasuk Indonesia.
Lisensi CC bukan merupakan alternatif dari hak cipta. Lisensi CC dan hak cipta berjalan berdampingan dan memungkinkan pemodifikasian ketentuan hak cipta yang dimiliki untuk disesuaikan dengan kebutuhan. CC bekerjasama dengan para ahli hak kekayaan intelektual di seluruh dunia untuk memastikan bahwa lisensi CC dapat diimplementasikan secara global (http://creativecommons.or.id/). 

2.3 YesNoWave Sebagai Salah Satu Netlabel Pertama di Indonesia

sumber : http://www.lorongmusik.com/

YesNoWave dimulai pada bulan Maret 2007 dan didirikan oleh Woto Wibowo alias Wok The Rock dan Bagus Jalang. Tak lama kemudian, Ridwan Yuniardika dan Ganesha Mahendra (Inmyroom Records) ikut memberikan tempat bagi bedroom musicians yang ingin menitipkan karya mereka untuk dipublikasikan ke ranah maya. Ide yang ditawarkan oleh YesNoWave adalah pendistribusian rilisan musik secara bebas. Bebas untuk diedarkan, diperdengarkan dan digubah oleh siapa saja. 
Mereka menyebut aksi tersebut dengan motif gift economy, yaitu sebuah pembebasan kreativitas dimana peluang demokratisasi pasar terbuka lebar. ada kecenderungan pemahaman bahwa netlabel ini membantu keberadaan musisi yang belum bisa mengelola dan mempromosikan karyanya karena faktor fi nansial. Namun, lebih dari itu, netlabel ini juga merilis band papan atas nasional, seperti: White Shoes & The Couples Company, The Upstairs, Bangkutaman, Sajama Cut, Frau dan Rabu.

3. kesimpulan 
Netlabel sebagai cara baru pendistribusian musik di indonesia menganut budaya berbagi dimana bisa membuat para produsen menciptakan peluang yang hampir tak terpikirkan sebelumnya.Bukan hanya internet yang mutlak menjadi pendukung atas semua popularitas yang terjadi, peran komunikasi dan jalinan komunitas yang terbentuk pun menjadi sumber daya utama yang tidak disadari. Ada praktik gotong-royong yang terjadi di era teknologi informasi ini. Praktik tersebut belum tentu bisa diraih oleh industri utama yang bersifat kapitalis karena perbedaan visi dan misi yang mencolok.

Daftar Pustaka : https://drive.google.com/open?id=0B9RoQeiR6ULUNVVIWnVZVU54LUU

Friday, October 14, 2016

Distribusi dan pertunjukan film digital

Selama semester pertama 2012 tercatat 46 film Indonesia beredar di bioskop dengan 7.952.203 penonton. Tahun 2008 infrastruktur distribusi relatif sama dengan saat ini.

Penyebab anjloknya jumlah penonton pada 1990 dibanding 2012 sudah jelas, yaitu karena sebagian besar bioskop “tradisional” dengan satu layar yang tersebar di berbagai pelosok nusantara gulung tikar, dan sebaliknya bertumbuhan sinepleks mewah dengan beberapa layar. Hampir semua sinepleks milik jaringan 21/XXI, yang ditopang jaringan importir milik sendiri, serta berada di mal-mal seputar Jabodetabek dan kota-kota besar. Jadi praktis sebagian besar penduduk Indonesia telah kehilangan akses menonton film di bioskop.

Saat ini ada 152 sinepleks dengan 672 layar, yang berarti bertambah banyak dibanding setahun lalu (139 sinepleks dengan 619 layar). Meskipun begitu, masa tayang film Indonesia justru menjadi semakin singkat, dari rata-rata delapan minggu tahun lalu menjadi rata-rata enam minggu. Hal itu disebabkan film impor yang beredar semakin banyak, bukan hanya jumlah judulnya tetapi juga banyaknya layar menayangkan. Film-film besar Hollywood—kini diimpor PT Omega Film yang masih berkaitan dengan importir lama milik jaringan 21/XXI yang dilarang beroperasi oleh menteri Keuangan tahun lalu (PT Camila Internusa dan PT Satrya Perkasa Esthetika)—bisa diputar serentak di lebih dari 150 atau bahkan hampir 200 layar. Yang kemudian dikorbankan alias terpaksa dikurangi jumlah layarnya karena outlet yang tersedia sangat terbatas umumnya film Indonesia.

Berkurangnya masa tayang dan semakin sedikitnya layar yang menayangkan film Indonesia dalam satu periode berarti mengurangi kesempatan masyarakat menonton. Sayangnya, beberapa produser yang mengeluh film-filmnya kehilangan banyak layar akibat serbuan film-film impor baru tidak bersedia dikutip keterangannya karena alasan yang masuk akal.

Dari kesimpulan di atas saya bisa merangkum pendistribusian film digital di indonesia sudah cukup baik namun memang dari tahun 1990 sampai 2012 penonton selalu menurun akan tetapi saat ini film digital indonesia sudah mulai bisa merajai pasar di negri sendiri terbukti dengan beberapa film ditahun 2015 sampai saat ini banyak film yang memiliki penonton lebih dari satu juta penonton. Dan itupun kembali lagi pada di lingkungan eksternal yang seperti apa film itu didistribusikan, dan jenis film apa yang yang ingin di distribusikan. Karna beda tempat dan jenis ,beda pula cara pendistribusiannya. Misalkan pada film genre comedy bertipe film mainstream. Film ini akan lebih banyak peminat nya jika kita distribusikan kepada kalangan anakanak dan ke kalangan pecinta komedi dibandingkan kita distribusikan ke kalangan orang dewasa atau pecinta film indie.

Produksi, distribusi dan penerimaan televisi analog dan digital

Kalau pada sistem TV analog yang sekarang ini kita nikmati sebuah kanal RF hanya ditempati oleh satu sinyal program siaran TV, maka pada sistem digital setiap kanal RF dapat digunakan bersama secara multipleks oleh beberapa program siaran. Di samping itu, teknik modulasi digital disertai pengolahan sinyal yang canggih memungkinkan sistem TV digital lebih tahan terhadap gangguan derau, distorsi oleh kanal, maupun efek interferensi. Akibatnya kualitas gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan sistem analog. Contoh penerimaan gambar di dalam gedung: siaran analog mengalami efek gambar ganda atau ghost sedangkan siaran digital memberikan gambar sempurna Di samping itu, teknologi digital memungkinkan jaringan pemancar TV yang bekerja pada frekuensi yang sama (single frequency network, SFN) untuk meningkatkan cakupan dan kualitas sinyal.Dari dua hal di atas, kapasitas dan kualitas, tampak bahwa sistem TV digital punya daya tarik yang tinggi, baik bagi masyarakat sebagai konsumen maupun bagi industri dan pemerintah. Misalkan saja setiap kanal RF memultipleks 5 program siaran, berarti teknologi ini menjanjikan lapangan kerja minimal 5 kali lebih besar di bidang industri kreatif. Demikian pula penerimaan gambar yang lebih baik dibanding analog, dalam kondisi nonLOS dan bergerak, tentu menarik bagi penikmat TV dengan mobilitas tinggi. Di Indonesia, migrasi dari analog ke digital menuntut tersedianya perangkat decoder atau settop box yang murah, sedemikian hingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati siaran TV digital tanpa perlu membeli pesawat TV baru 

Produksi film digital

Pada produksi film animasi pendaftaran universitas baru di univ bina darma ini memakan waktu yang tidak sedikit di karenakan banyak step step yang harus di lewati yaitu:
  • Pra ProduksiPada tahap ini semua keperluan dalam proses produksi film animasi mulai disiapkan. Mulai dari Concept Art yang merupakan persiapan awal sebelum memasuki tahap produksi film animasi 3D. Pada tahap ini sudah mulai membuat gambar - gambar sketsa, mulai dari Character Animation, objek gedung Universitas Bina Darma, property serta sketsa lingkungan eksterior dan interior.lalu Storyboard yaitu Pada saat scenario dan concept art sudah rampung selanjutnya ide tersebut di gambarkan dalam bentuk storyboard agar nantinya proses pengerjaan film animasi 3D ini akan menjadi lebih mudah dan terarah. Film Animasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Menggunakan 3ds Max : Character Animation Studi Kasus Universitas Bina Darma.
  • Produksi, ada beberapa tahap pada proses ini yaitu modeling, texturing, compositing, rigging, skinning, camera, lighting dan rendering. Modeling adalah proses pembuatan sebuah objek secara manual dimana proses  pembuatan objek ini menggunakan tools pada 3ds max. Texturing adalah proses pemberian textur atau material pada sebuah objek sehingga menjadi sesuai dengan  yang kita inginkan.  Compositing atau penyatuan atau penempatan objek atau karakter yang dibuat  terpisah, dengan cara mengimport file–file objek yang telah siap digunakan dan di  atur pada suatu set lingkungan atau environment sesuai dengan kebutuhan adegan. Rigging adalah metode pemberian /pemasangan kerangka pada objek untuk  selanjutnya di animasikan. Pengaturan Kamera Untuk mendapatkan angle atau sudut pandang kamera yang  sesuai maka harus dilakukan penyesuaian kamera. Pencahayaan dibutuhkan untuk menerangi objek yang ada, jenis pencahayaan dalam  3ds max terdiri dari lampu standard dan lampu photometric . Setiap jenis  pencahayaan memberikan efek yang berbeda pada objek yang di terangi. Rendering merupakan tahap akhir dari proses produksi. Rendering dilakukan untuk  membuat animasi ini kedalam bentuk gambar dan movie. 
  • Pasca Produksi Ini adalah bagian terakhir dari proses pembuatan film. Dimana semua file movie 3D hasil render dan file audio disatukan semua sesuai dengan storyboard menggunakan movie maker dan dilakukan proses rendering. Setelah proses rendering selesai, dilakukan proses pemindahan film kedalam CD/DVD.

Sejarah televisi analog dan digital

Latar belakang

Pada zaman dahulu saat manusia telah menggunakan bahasa verbal untuk berkomunikasi, media telekomunikasi hiburan bagi mereka adalah mendongeng. Mendongeng pula adalah cara dimana mereka bisa merasakan sesuatu di tempat yang jauh. Biasanya diawali pagi sampai sore hari berburu dan di akhiri pada malam hari untuk saling bercerita di dekat api unggun. Lalu kegiatan mendongeng terus berlanjut sampai generasi seterusnya pada awal nya mereka hanya mengingat dan menyampaikan kembali dongeng tersebut sampai akhirnya ada generasi yang memulai menggambar dong di batu lalu berlanjut menuliskan di kulit hewan sampai pada akhirnya ada Pengenalan kata tercetak, berkat Johannes Gutenberg, memungkinkan buku cerita yang akan diproduksi secara massal dan
disebarluaskan ke orang banyak. 
Dan kegiatan berdongeng dengan buku berlanjut hingga sekarang namun pada akhir abad ke 19 Seni mendongeng telah berkembang dari seorang yang duduk di api unggun bercerita langsung dari ingatannya, menuju ke seseorang membaca dari sebuah buku dalam studio siaran radio dan didengarkan oleh orang secara bersamaan di daerah yang terjangkau oleh gelombang radio yang dipancarkan oleh pemabnacr radio. Penemuan televisi dan kemajuan teknologi yang telah terjadi dalam 120 atau lebih tahun terakhir telah memperkenalkan sejumlah sistem, solusi dan metode penyiaran suara dan gambar. 

Monday, June 13, 2016

Religiusitas dengan perilaku sosial

Pengertian Religiusitas

Religiusitas merupakan kata jadian yang berkaitan dengan kata religi dan religius. Oleh karena itu untuk mengetahui arti kata religiusitas perlu kiranya untuk mengetahui kedua istilah tersebut terlebih dahulu.

Religi berasal dari bahasa latin religio yang akar katanya adalah religare yang berarti ‘mengikat’ (Driyarkara dalam Subandi, 1988). Religi atau agama mencakup aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan, yang semuanya itu berfungsi untuk mengikat dan mengutuhkan diri seseorang atau sekelompok orang dalam hubungannya terhadap Tuhan, sesama manusia, serta alam sekitarnya.

Islam selama ini dikenal sebagai sebuah agama tapi dalam Al Qur’an atau hadits Islam disebut dengan dien. Dien dalam bahasa Arab berasal dari kata kerja dana yang mempunyai beberapa arti, yaitu kekuatan, kekuasaan, hukum, perintah; taat, menghamba, menolong; syaria’t, peraturan, jalan, mazhab, agama, ikutan, dan kekuasaan; balasan, upah, perhitungan, persesuaian (Sulaiman, 1984).

Tuesday, May 10, 2016

Manusia Dan Pandangan hidup


Pandangan Hidup 
merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.
Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.

Thursday, April 28, 2016

ETIKA, ESTETIKA DAN PERADABAN

Etika    

     Etika/eti·ka/ /étika/ n ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
     Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
     Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

Wednesday, April 13, 2016

Globalisasi


Globalisasi 
adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.

Tuesday, February 9, 2016

tugas ilmu sosial dasar - pemetaan masalah sosial dasar

PEMETAAN PERMASALAHAN SOSIAL
DI WILAYAH
KELURAHAN PENGASINAN







Mata Kuliah: Ilmu Sosial Dasar





Disusun Oleh:

Puti Megitasari
55415419
1IA18





FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016






KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum.wr.wb

Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  ilmu social dasar. yang berjudul : “pemetaan masalah sosial”
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan pihak pihak yang berpartisipasi, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang ilmu social dasar khususnya tentang pemetaan masalah social dan cara mengatasi nya, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen  pembimbing  saya  meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  saya  di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

                                                                                               
                                                                                                                       Bekasi, 05 Februari 2016



                                                                                                                                Puti Megitasari